WeLcoMe To Kreasiindonesia5

Senin, 10 Januari 2011

Inovasi Pembelajaran

Strategi Belajar Berbasis Aneka Sumber Untuk belajar secara mandiri
Oleh Siti Holijah


Dalam upaya mewujudkan masyarakat belajar (learning community) harus
diciptakan kondisi sedemikian rupa yang memungkinkan peserta didik memiliki
pengalaman belajar melalui berbagai sumber, baik sumber yang dirancang (by
design) maupun yang dimanfaatkan (by utilization) untuk keperluan
pembelajaran. Di sisi lain tuntutan pendidikan seperti kebutuhan akan kurikulum
yang berbasis kompetensi, belajar mandiri, belajar terbuka, belajar jarak jauh , mendorong dimanfaatkan nya berbagai sumber belajar secara luas.
Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, sumber belajar
semakin lama semakin bertambah banyak jenisnya, sehingga memungkinkan
orang dapat belajar mandiri secara lebih baik. Pergeseran dari era industri ke era
informasi menuntut perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Di
era informasi, peserta didik setiap saat dihadapkan pada berbagai informasi
dalam jumlah jauh lebih banyak dibandingkan pada masa-masa sebelumnya.
Informasi tersebut disebarkan melalui berbagai media baik cetak maupun
elektronik, dari yang berteknologi sederhana sampai yangsudah canggih seperti
penggunaan CD-ROM, internet dan sebagainya.
Jika peserta didik tidak dipersiapkan untuk dapat memberi makna
terhadap informasi, menciptakannya menjadi pengetahuan, menggunakan serta
mengevaluasi pengetahuan yang diciptakan orang lain, mereka akan selalutertinggal. Begitu juga ditempat kerja, Rose & Nicholl (1997) mengemukakan bahwa pengetahuan meningkat dua kali lipat setiap dua atau tiga tahun dalam hampir setiap lapangan pekerjaan. Ini berarti bahwa pengetahuan yang kita miliki juga harus meningkat dua kali lipat setiap dua atau tiga tahun kalau ingin bertahan.



Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan


Oleh Zainun A.S


Pembelajaran adalah membangun pengalaman belajar siswa dengan berbagai keterampilan proses sehingga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Sedangkan kreatif dimaksudkan agar guru mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam
sehingga memenuhi dan mampu memberikan pelayanan pada berbagai tingkat
kemampuan dan gaya belajar siswa. Di sisi lain menyenangkan dimaksudkan agar guru mampu menciptakan suasana
belajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatian secara penuh.
Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan merupakan usaha membangun pengalaman belajar siswa dengan berbagai
keterampilan proses untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, melalui
penciptaan kegiatan belajar yang beragam dan mengkondisikan suasana belajar
sehingga mampu memberikan pelayanan pada
berbagai tingkat kemampuan dan gaya belajar siswa, serta siswa lebih terpusat perhatiannya
secara penuh.

Pembelajaran kreatif dan menyenangkan dalam pelaksanaannya hendaknya memperhatikan
hal-hal berikut.
a. Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan kebebasan berimajinasi. Anak desa, anak
kota, anak orang kaya,anak orang miskin, anak Indonesia, atau bukan anak
Indonesia yang terlahir tidak mengalami gangguan jiwa
memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi
berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran
merupakan wahana yang perlu dikelola secara baik demi berkembangnya kedua sifat
anugerah Tuhan YME tersebut. Suasana pembelajaran abad 21 mengisyaratkan guru
memuji anak atas hasil karyanya, mengajukan pertanyaan yang menantang, dan
mendorong anak untuk melakukan percobaan.

b. Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam pembelajaran kreatif dan menyenangkan perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak
selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan
kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat
dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga anak tersebut belajar secara optimal.


Langkah-Langkah Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan
Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan
menyenangkan diperlukan berbagai ketrampilan, diantaranya adalah ketrampilan
membelajarkan atau ketrampilan mengajar. Ketrampilan mengajar merupakan
kompetensi profesional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagai
kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Beberap keterampilan mengajar yang
sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, meliputi:
Pertama, ketrampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut
untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan
menentukan kualitas jawaban peserta didik.

Kedua, penguatan merupakan
respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya
kembali perilaku tersebut. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian
peserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi
belajar, meningkatkan kegiatan belajar, dan membina perilaku yang produktif.

Ketiga, mengadakan variasi
merupakan ketrampilan yang harus dikuasai guru yang bertujuan untuk
meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi standar yang relevan,
memberikan kesempatan bagi perkembangan bakat peserta didik terhadap berbagai
hal baru dalam pembelajaran, memupuk perilaku positif peserta didik dalam
pembelajaran, serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar
sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya. Variasi dapat dilakukan
pada gaya mengajar, penggunaan media dan sumber belajar, pola interaksi, dan
variasi dalam kegiatan pembelajaran.

Keempat, menjelaskan adalah
mendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan, fakta, dan data
sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Penjelasan dapat diberikan
selama pembelajaran, baik di awal, di tengah, maupun di akhir pembelajaran.
Penjelasan harus bermakna dan menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan
materi standar dan kompetensi dasar. Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab
pertanyaan peserta didik dan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat
kemampuan peserta didik.

Kelima, membuka dan menutup
pelajaran merupakan dua kegiatan rutin yang dilakukan guru untuk memulai dan
mengakhiri pelajaran. Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan secara profesional
akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran diataranya
adalah membangkitkan motivasi belajar, siswa memiliki kejelasan mengenai
tugas-tugas yang harus dikerjakan, siswa memperoleh gambaran yang jelas
mengenai pembelajaran yang akan berlangsung, siswa memahami hubungan antara
pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya dengan hal-hal baru yang akan
dipelajari, siswa dapat menghubungkan konsep-konsep atau genelalisasi dalam
suatu peristiwa pembelajaran. Pada akhirnya siswa mengetahui tingkat
keberhasilannya terhadap materi yang dipelajari dan guru dapat mengetahui
tingkat keberhasilan atau efektifitas kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan.

Keenam, membimbing diskusi
kelompok kecil yang bermanfaat agar siswa dapat berbagi informasi dan
pengalaman dalam pemecahan suatu masalah, meningkatkan pemahaman terhadap
masalah yang penting dalam pembelajaran, meningkatkan ketrampilan dalam
perencanaan dan pengambilan keputusan, mengembangkan kemampuan berfikir dan
berkomunikasi, membina kerjasama yang sehat dalam kelompok yang kohesif dan
bertanggung jawab.

Ketujuh, mengelola kelas
merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif,
dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Hal-hal yang
harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah kehangatan dan keantusiasan,
tantangan, variasi, fleksibel, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman
disiplin diri. Komponen keterampilan mengelola kelas adalah penciptaan dan
pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal, keterampilan yang berhubungan
dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal, pengelolaan kelompok dengan
cara peningkatan kerjasama dan keterlibatan siswa dan menangani konflik dan
memperkecil masalah yang timbul, serta menemukan dan mengatasi perilaku yang
menimbulkan masalah.

Kedelapan, mengajar kelompok
kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru
memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang
lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan
peserta didik. Khusus dalam melakukan pembelajaran perorangan perlu
diperhatikan kemampuan dan kematangan berfikir peserta didik, agar apa yang
disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik.

Penguasaan terhadap semua
ketrampilan mengajar tersebut harus utuh dan terintegrasi, sehingga diperlukan
latihan yang sistematis, misalnya dapat dilakukan melalui pembelajaran mikro.


Suasana belajar perlu dirancang dengan
baik oleh guru agar dalam pembelajaran tumbuh minat belajar siswa. Penciptaan
suasana belajar merupakan langkah awal bagi guru untuk memfasilitasi
siswa-siswanya untuk belajar. Suasana
belajar yang kondusif memungkinkan imajinasi dan kreativitas siswa
berkembang. Latar belakang siswa yang
beragam dapat merupakan masukan yang baik dalam kelas bila dikelola secara
benar. Pengelolaan siswa berdasar kelompok keterampilan berfikir, keterampilan
bertindak, dan keterampilan lainnya dirancang oleh guru dalam pengelolaan kelas.
Perencanaan pembelajaran, penilaian, dan pengelolaan kelas sangat menentukan
keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran.


2 komentar:

  1. Ai alya
    Pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan sangat baik untuk diaplikasikan .

    BalasHapus
  2. Yeni..
    Ya saya stuju, memang pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan sangat di butuhkan dalam proses pembelajaran sekarang ini.

    BalasHapus