Strategi Belajar Berbasis Aneka Sumber Untuk belajar secara mandiriOleh Siti Holijah
Dalam upaya mewujudkan masyarakat belajar (learning community) harusdiciptakan kondisi sedemikian rupa yang memungkinkan peserta didik memilikipengalaman belajar melalui berbagai sumber, baik sumber yang dirancang (bydesign) maupun yang dimanfaatkan (by utilization) untuk keperluanpembelajaran. Di sisi lain tuntutan pendidikan seperti kebutuhan akan kurikulumyang berbasis kompetensi, belajar mandiri, belajar terbuka, belajar jarak jauh , mendorong dimanfaatkan nya berbagai sumber belajar secara luas.Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, sumber belajarsemakin lama semakin bertambah banyak jenisnya, sehingga memungkinkanorang dapat belajar mandiri secara lebih baik. Pergeseran dari era industri ke erainformasi menuntut perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Diera informasi, peserta didik setiap saat dihadapkan pada berbagai informasidalam jumlah jauh lebih banyak dibandingkan pada masa-masa sebelumnya.Informasi tersebut disebarkan melalui berbagai media baik cetak maupunelektronik, dari yang berteknologi sederhana sampai yangsudah canggih sepertipenggunaan CD-ROM, internet dan sebagainya.Jika peserta didik tidak dipersiapkan untuk dapat memberi maknaterhadap informasi, menciptakannya menjadi pengetahuan, menggunakan sertamengevaluasi pengetahuan yang diciptakan orang lain, mereka akan selalutertinggal. Begitu juga ditempat kerja, Rose & Nicholl (1997) mengemukakan bahwa pengetahuan meningkat dua kali lipat setiap dua atau tiga tahun dalam hampir setiap lapangan pekerjaan. Ini berarti bahwa pengetahuan yang kita miliki juga harus meningkat dua kali lipat setiap dua atau tiga tahun kalau ingin bertahan.
Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan
Oleh Zainun A.S
Pembelajaran adalah membangun pengalaman belajar siswa dengan berbagai keterampilan proses sehingga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Sedangkan kreatif dimaksudkan agar guru mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragamsehingga memenuhi dan mampu memberikan pelayanan pada berbagai tingkatkemampuan dan gaya belajar siswa. Di sisi lain menyenangkan dimaksudkan agar guru mampu menciptakan suasanabelajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatian secara penuh.Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan merupakan usaha membangun pengalaman belajar siswa dengan berbagaiketerampilan proses untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, melaluipenciptaan kegiatan belajar yang beragam dan mengkondisikan suasana belajarsehingga mampu memberikan pelayanan padaberbagai tingkat kemampuan dan gaya belajar siswa, serta siswa lebih terpusat perhatiannyasecara penuh.
Pembelajaran kreatif dan menyenangkan dalam pelaksanaannya hendaknya memperhatikanhal-hal berikut.a. Memahami sifat yang dimiliki anakPada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan kebebasan berimajinasi. Anak desa, anakkota, anak orang kaya,anak orang miskin, anak Indonesia, atau bukan anakIndonesia yang terlahir tidak mengalami gangguan jiwamemiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagiberkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaranmerupakan wahana yang perlu dikelola secara baik demi berkembangnya kedua sifatanugerah Tuhan YME tersebut. Suasana pembelajaran abad 21 mengisyaratkan gurumemuji anak atas hasil karyanya, mengajukan pertanyaan yang menantang, danmendorong anak untuk melakukan percobaan.
b. Mengenal anak secara peroranganPara siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam pembelajaran kreatif dan menyenangkan perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidakselalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengankecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapatdimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga anak tersebut belajar secara optimal.
Langkah-Langkah Pembelajaran Kreatif dan MenyenangkanPembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif danmenyenangkan diperlukan berbagai ketrampilan, diantaranya adalah ketrampilanmembelajarkan atau ketrampilan mengajar. Ketrampilan mengajar merupakankompetensi profesional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagaikompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Beberap keterampilan mengajar yangsangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, meliputi:Pertama, ketrampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntutuntuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akanmenentukan kualitas jawaban peserta didik.
Kedua, penguatan merupakanrespon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnyakembali perilaku tersebut. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatianpeserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasibelajar, meningkatkan kegiatan belajar, dan membina perilaku yang produktif.
Ketiga, mengadakan variasimerupakan ketrampilan yang harus dikuasai guru yang bertujuan untukmeningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi standar yang relevan,memberikan kesempatan bagi perkembangan bakat peserta didik terhadap berbagaihal baru dalam pembelajaran, memupuk perilaku positif peserta didik dalampembelajaran, serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajarsesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya. Variasi dapat dilakukanpada gaya mengajar, penggunaan media dan sumber belajar, pola interaksi, danvariasi dalam kegiatan pembelajaran.
Keempat, menjelaskan adalahmendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan, fakta, dan datasesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Penjelasan dapat diberikanselama pembelajaran, baik di awal, di tengah, maupun di akhir pembelajaran.Penjelasan harus bermakna dan menarik perhatian peserta didik dan sesuai denganmateri standar dan kompetensi dasar. Penjelasan dapat diberikan untuk menjawabpertanyaan peserta didik dan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkatkemampuan peserta didik.
Kelima, membuka dan menutuppelajaran merupakan dua kegiatan rutin yang dilakukan guru untuk memulai danmengakhiri pelajaran. Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan secara profesionalakan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran diataranyaadalah membangkitkan motivasi belajar, siswa memiliki kejelasan mengenaitugas-tugas yang harus dikerjakan, siswa memperoleh gambaran yang jelasmengenai pembelajaran yang akan berlangsung, siswa memahami hubungan antarapengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya dengan hal-hal baru yang akandipelajari, siswa dapat menghubungkan konsep-konsep atau genelalisasi dalamsuatu peristiwa pembelajaran. Pada akhirnya siswa mengetahui tingkatkeberhasilannya terhadap materi yang dipelajari dan guru dapat mengetahuitingkat keberhasilan atau efektifitas kegiatan pembelajaran yang telahdilaksanakan.
Keenam, membimbing diskusikelompok kecil yang bermanfaat agar siswa dapat berbagi informasi danpengalaman dalam pemecahan suatu masalah, meningkatkan pemahaman terhadapmasalah yang penting dalam pembelajaran, meningkatkan ketrampilan dalamperencanaan dan pengambilan keputusan, mengembangkan kemampuan berfikir danberkomunikasi, membina kerjasama yang sehat dalam kelompok yang kohesif danbertanggung jawab.
Ketujuh, mengelola kelasmerupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif,dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Hal-hal yangharus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah kehangatan dan keantusiasan,tantangan, variasi, fleksibel, penekanan pada hal-hal positif, dan penanamandisiplin diri. Komponen keterampilan mengelola kelas adalah penciptaan danpemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal, keterampilan yang berhubungandengan pengendalian kondisi belajar yang optimal, pengelolaan kelompok dengancara peningkatan kerjasama dan keterlibatan siswa dan menangani konflik danmemperkecil masalah yang timbul, serta menemukan dan mengatasi perilaku yangmenimbulkan masalah.
Kedelapan, mengajar kelompokkecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan gurumemberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yanglebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik denganpeserta didik. Khusus dalam melakukan pembelajaran perorangan perludiperhatikan kemampuan dan kematangan berfikir peserta didik, agar apa yangdisampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik.
Penguasaan terhadap semuaketrampilan mengajar tersebut harus utuh dan terintegrasi, sehingga diperlukanlatihan yang sistematis, misalnya dapat dilakukan melalui pembelajaran mikro.
Suasana belajar perlu dirancang denganbaik oleh guru agar dalam pembelajaran tumbuh minat belajar siswa. Penciptaansuasana belajar merupakan langkah awal bagi guru untuk memfasilitasisiswa-siswanya untuk belajar. Suasanabelajar yang kondusif memungkinkan imajinasi dan kreativitas siswaberkembang. Latar belakang siswa yangberagam dapat merupakan masukan yang baik dalam kelas bila dikelola secarabenar. Pengelolaan siswa berdasar kelompok keterampilan berfikir, keterampilanbertindak, dan keterampilan lainnya dirancang oleh guru dalam pengelolaan kelas.Perencanaan pembelajaran, penilaian, dan pengelolaan kelas sangat menentukankeberhasilan dalam kegiatan pembelajaran.
Senin, 10 Januari 2011
Inovasi Pembelajaran
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ai alya
BalasHapusPembelajaran yang kreatif dan menyenangkan sangat baik untuk diaplikasikan .
Yeni..
BalasHapusYa saya stuju, memang pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan sangat di butuhkan dalam proses pembelajaran sekarang ini.